Resep Mie Tektek Ala-ala

Resep Cara Membuat Mie Tek Tek Kuah Goreng Pedas

Kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan masakan yang satu ini, yaa! Ini adalah masakan yang terbuat dari mie dengan campuran sayuran yang lezat dan gurih. Mie tektek ini sangat khas dengan penjual yang berdagang keliling pada malam hari. Ini memang makanan yang sangat pas bagi semua orang yang merasa lapar pada malam hari tetapi tidak mau masak. Tapi sekarang saya akan memberi resep yang pembuatanya sangat mudah dan praktis sehingga tidak akan membuat malas bagi yang ingin memasaknya.

Pertama kita harus menyiapkan segala bahan-bahannya.

#Bahan-bahan:

  • Mie telur / Mie merk apapun secukupny
  • 2 Butir Telur
  • Sayur Kol secukupnya
  • Kecap Manis
  • 2 siung Bawang Merah
  • 2 siung Bawang Putih
  • 1 buah Tomat Sayur
  • Garam secukupnya
  • Penyedap secukupnya
  • Cabai Rawit *jika suka pedas
  • Air secukupnya

#Langkah-langkah pembuatan:

  1. Rebus mie telur di panci yang sudah disediakan dengan air mentah dan tunggu sampai matang.
  2. Sambil menunggu mie matang, kupas dan iris bawang merah, bawang putih dan tomat sayur.
  3. Lalu potong sayur kol dengan ukuran sesuai selera.
  4. Saat mie sudah matang, angkat dan tiriskan.
  5. Siapkan wajan dan masukkan minyak goreng sedikit saja lalu goreng bawang merah dan bawang putih.
  6. Saat bawang sudah berwarna kecoklatan, masukan tomat, cabai rawit dan telur kedalam wajan dan goreng hingga rata.
  7. Tambahkan garam dan penyedap secukupnya ke dalam masakan.
  8. Masukan mie telur yang sudah ditiriskan dan tambahkan air sedikit saja.
  9. Tambahkan kecap manis, garam, dan penyedap secukupnya lalu aduk hingga tercampur rata.
  10. Saat semua bahan sudah tercampur, angkat mie dan simpan di atas mangkuk/piring. Dan selesai! Mie Tektek Ala-ala pun siap disantap.

Itulah resep Mie Tektek Ala-ala yang bisa saya berikan, cukup mudah dan praktis kan cara membuatnya! Semoga Anda bisa mempraktikanya dan bisa menyantapnya dengan orang yang kita cintai, especially keluarga.

Cerita pendek, James si Telur

Namaku James

Hari ini seperti biasa. Sang surya menampakkan dirinya, burung-burung mengepakkan sayapnya, angin membawa dirinya berkelana, dan aku hanya berdiam diri menatap birunya langit. Tidak ada yang berbeda dengan hari kemarin. Ohiya sebenarnya aku mempunyai mimpi yang amat besar sejak aku berusia satu minggu. Yaitu berpetualang merasakan luasnya dunia luar. Karena selama ini aku hanya berpijak di tanah sekitar peternakan milik Dave. Itupun hanya seluas 400 km2. Tetapi, disinilah pertama kali aku merasakam arti sebuah kebersamaan dan mengenal indahnya perbedaan. Ya, hanya di peternakan milik Dave.

Halo namaku James. Aku terlahir sebagai telur ke 101 dari ibuku yang bernama Tris. Ibuku adalah seekir ayam yang sangat hebat karena ia sanggup melahirkan begitu banyak telur walaupun akhirnya satu per satu pergi terjual ke berbagai penjuru di California. Saat ini yang tersisa hanyalah aku dan adikku, Roy. Kami sering melewati dengan candaan yang tak kunjung padam. Begitu banyak kenangan yang kubuat denseminggu dua hari lagi aku akan bergegas ke dunia luar. Jadwal pengiriman telur yang rutin setelah dia berumur satu bulan empat belas hari. Itulah hari yang sangat kutunggu-tunggu. Tapi tetap saja aku merasa sedih karena akan kehilangan orang yang menyayangiku dan selalu menemani hariku. Lamunanku terpecah saat Grace memanggil namaku.

“James! Kemarilah, ayo kita ke tetangga sebelah. Itu akan lebih mengasyikkam daripada hanya melamunkan sesuatu” ucap Grace sambil tertawa dan berlari kecil menyusul Alex. Grace dan Alex adalah sahabatku. Grace mempunyai sifat periang, manja dan kadang menyebalkan. Sedangkan Alex itu pemberani dan suka sekali tantangan. Kurang lebih sama seperti aku. Kamu bertiga sering berkunjung ke rumah seberang depan yang merupakan perkebunan para sayuran. Dahulu, kami tidak berani pergi keluar walaupun hanya ke depan gerbang. Karena ibu kami selalu melaramg untuk tidak pergi keluar peternakan karena itu sangat berbahaya. Tapi setelah aku nekad melanggar, terbukti sudah bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan dengan dunia luar.

Dan tahukah kamu? Disana penghuninya lebih banyak dibandingkan dengan peternakan. Seperti yang aku ketahui disana hidup para wortel, tomat, kentang, cabai, selada dan masih banyak lagi. Aku pernah mendengar pembicaraan Dave dengan Tere si pemilik perkebunan bahwa para sayuran di distribusi lebih jauh sampai keluar kota. Seketika daya imajinasiku mengambang di depan mata mempelihatkan betapa serunya jika aku bisa mengikutinya. Dan benar! Ide waktu itu bisa aku usulkan pada Alex sekarang. Karena setahuku sekarang adalah waktu pendistribusian para sayuran, maka kesempatan ini takkan datang dua kali. Dengan segera aku menanyakan pada Alex yang sedang melihat jalan untuk menyeberang.

“Alex, bagaimana jika kita secara diam-diam ikut para sayuran ke dunia luar dan kembali lagi ke rumah sore hari. Aku jamin ini merupakan hal yang seru. Bagaimana?”

“Numpang maksud kamu? Bagus juga idemu. Berhubung keberangkatan kita masih seminggu lagi, apa salahnya kita mencoba dunia luar sekarang” Dengan antusias Alex menyetujui ideku. Tapi bagaimana dengan Grace? Ia bahkan takkan bisa berada jauh dari ibunya. Tapi hey! Apa aku salah dengar? Grace berkata padaku bahkan sebelum aku bertanya padanya.

“Aku akan ikut dengan kalian. Memangnya kaliam tega ninggalinaku sendiri disini sedangkan kalian berpetualang di luar sana? Kejam sekali.” Ucapnya dengan wajah dikerut seperti baju yang kering dan mengerut karena terlalu lama dijemur sinar matahari. Aku sangat senang mendengarnya, pasti ini akan menjadi hari yang tak terlupakan bagiku. Mimpi yang sejak lama aku dambakan akan ada di tanganku hari ini. Tidak mau tertinggal, akhirnya kami kembali ke rumah membawa perbekalan secara duam-diam. Aku tidak ingin rencana ini gagal hanya aku terlihat oleh ibu maupun Roy. Setelah membawa secukupnya, kamu bertemu kembali di depan gerbang dan langsung bergegas menuju perkebunan.

Sesampainya di depan perkebunan, aku mengintip ke dalam lewat celah pagar kayu yang telah usang. Aku menangkap seorang Tere sedang bersiap-siap untuk menaikkan para sayuran ke dalam truk. Karena aku yang memimpin, jadi setelah memastikan situasi aman aku memberi kode kepada Alex dan Grace untuk mengikuti pergerakanku.

Saat aku mendekati truk, maka mustahil kami bisa melompatinya masuk ke dalam. Akupun mencari alternatif lain. Berpatroli melihat kesana-kemari dan tak sengaja mataku menemukan sebuah kardus dangkal yang belum terangkat ke truk. Tanpa menunggu bergeraknya jarum jam, maka aku, Alex dan Grace segera berlari menyusuri rumpu-rumput hijau liar menuju kardus tersebut sebelum Tere melihat pergerakkan kami. Hanya dengan melompat, kami sudah berada di dalam kardus. Dan apa yang kami temukan adalah para wortel. Seperti yang aku kenal disana ada Lyn, Jack dan Vey. Mereka sontak terkejut karena kedatangan kami yang sangat tiba-tiba.

“Hai James, Alex dan Grace. Apa yang kalian lakukan disini? Kami sebentar lagi akan pergi. Sebaiknya kalian segera turun dan pulang.” Ucap Lyn yang terkejut melihat kami.

“Halo semua.. Maaf jika membuat kalian terkejut. Sebenarnya kami hanya ingin ikut kalian ke dunia luar lalu..”

“Dan kami hanya ingin berpetualang. Jadi izinkan kami untuk pergi dengan kalian. Aku mohon.” Seru Grace yang memotong pembicaraanku dengan wajah memelas.

“Baiklah kami akan mengizinkan kalian.” Jawab Vey petua para wortel.

Senangnya kami diizinkan. Itulah Grace, dia selalu saja bisa diandalkan dalam urusan seperti ini. Kardus yang kami hinggapi telah terangkat ke dalam truk. Karena kardus ini merupakan kardus terakhir, pi7

ntu trukpun di tutup. Lalu aku mengikuti para wortel keluar dari kardus untuk bertemu sapa dengan yang lain. Seketika aku merasa takjub dengan kegiatan mereka yang sedang mengucapkan salam perpisahan. Ada yang menangis sedih, bahagia, sekaligus takut karena mereka tidak akan bertemu lagi. Tetapi itulah hidup. Jika ada pertemuan, maka ada perpisahan. Jika kita bisa menerimanya, maka rasa sedihpun akan tersapu dengan lembaran-lembaran baru yang dibuatkan Tuhan dalam skenario-Nya.

Tiba-tiba aku melihat sesuatu yang tidak asing. Sesuatu yang telah lama berada dekat denganku. Dan benat saja itu roy! Adikku satu-satunya. Sejuta pertanyaapun melintas saling bertabrakan dipikiranku. Apa yang ia lakukan disini? Dan bukankah seharusnya dia bersama ibu sekarang?.

“Roy? Mengapa kau disini? Turunlah sekarang, kau tidak boleh bersama kami.”

“Ayolah kak, aku sudah besar dan aku bisa menjaga diriku. Jadi izinkan aku ikut bersamamu. Dan aku pun bisa berkelahi..” ucap Roy sembari menunjukkan kepalan tangannya yang meninju layaknya seorang petinju yang bertarung.

“Tapi kau tidak boleh disini. Itu tidak akan terjadi. Cepat pulanglah ini demi kebaikanmu juga.”

“Jika kau melarangku ikut, maka aku akan bilang kepada Ibu tentang hal ini. Bahwa kamu pergi diam-diam tanpa sepengetahuannya!”

Ini menjadi hal yang rumit bagiku. Aku, Alex dan Grace tidak bisa berbuat apa-apa melainkan hanya bisa terpaksa membiarkan Roy ikut dengan kami. Trukpun terasa sudah melaju. Dan lihatlah para sayuran disini. Setelah bersedih sayu mereka berpestapora. Sungguh ini adalah hal yang luar biasa. Kata Vey, ini sudah menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan nenek moyangnya. Kuakui ini merupakan sesuatu yang baru aku temukan.

Tiga puluh menit berlalu truk telah berhenti melaju. Dan itu merupakan tanda bahwa akan ada kardus yang disimpan. Semua penghuni truk berlarian ke kardus asal mereka. Karena begitu penuh dan sesak, aku tidak bisa melihat Roy dimana. Aku bertanya pada Alex dan Gracepun mereka tidak tahu. Oh Tuhan, Roy kau dimana?

Karena pintu truk akan segera dibuka, akupun masuk ke dalam kardus dan melihat lewat celah kardus ternyata yang akan dibawa adalah para kentang. Lalu sekilas aku menjadi ingat. Terakhir kali aku melihat Roy, dia bersama para kentang. Dan benar saja, aku melihat Roy yang berusaha keluar dari kardus dan berteriak memanggil namaku. Karena panik, aku keluar kardus dan berlari mengejarnya. Tapi terlambat sudah, pintu truk sudah tertutup rapat dan terkunci.

Alhasil aku hanya bisa merasakan tubuhku lemas tak berdaya. Bagaimana nanti aku menjelaskan semua ini pada ibu saat kembali ke rumah. Dia pasti akan kecewa kepadaku dan bersedih hati karena Roy menghilang.

“James sudahlah jangan bersedih. Kita pasti akan menemukannya.” Ucap Alex dengan susah payah menenangkanku yang dilanda gelisah tak karuan.

“Jika kamu terus seperti ini, bagaimana kita akan bertemu dengan Roy? Aku ounya rencana.”

Gracepun berencana kita turun di pemberhentian berikutnya dan masuk ke dalam kardus yang akan disimpan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan mencari Roy. Benar juga apa kata Grace, kami pasti bisa menemukannya. Akhirnya kamipun masuk ke dalam kardus para tomat. Dan disimpan oleh sopir truk di suatu tempat. Saat aku keluar dengan yang lain.. Tahukah kamu apa yang aku lihat? Ya, sesuatu yang membuat bulu sekujur tubuhku bergidik dan bergetar. Sesuatu yanh seperti mimpi rasanya.

Ini merupakan ruangan yang sangat besar. Banyak manusia berlalu lalang membawa sang buah hati di pangkuannya. Dan yang yang lebih menakjubkan lagi disini berjajar beribu-beribu sayuran dan buah-buahan. Mereka sangat bahagia terlihat dari lengkungan bibirnya yang merekah diiringi irama kebahagiaan. Mereka bahagia karena akan dibawa oleh manusia lalu dijadikan olahan masakan. Dan akupun akan merasakan begitu. Itulah akhir dari kehidupan kami sebagai bahan pangan kebutuhan manusia. Walaupun begitu, kami tetap menerima takdir ini karena itulah tujuan kami diciptakan. Setidaknya aku telah merasakan sejuknya menghirup oksigen tanpa harus membayar.

“James? Ayo kita harus segera mencari Roy!”

“Oh iya, mari kita bergegas. Grace kau siap?”

“Siap, let’s go!”

Kami bergegas keluar supermarket. Karena sang jingga telah menyemburkan warnanya dilangit, maka kami harus secepat mungkin mencari tenpat dimana Roy berada. Aku yakin dia masih disana karena terlalu takut unutuk pergi keluat seorang diri. Kami berjalan menyusuri trotoar yang penuh dengan kaki manusia. Di sudut kota, aku melihat sebuah minimarket dan langsung menuju kesana dengan sebuah harapan bahwa Roy ada disana. Tapi sia-sia saja kami menguras tenaga mencari sana-sini Roy tidak ada disana. Kamipun keluar sambil mengelap peluh di pelipis dengan tangan.

Tiba-tiba terdengar dendangan tak berirama dari perutku yang membuat kami terpaksa untuk beristirahat di sudut dekat lorong gelap. Kami langsung melahap bekal yang kami bawa daru rumah. Saat aku terbawa hanyut menikmati makanan, dari ujung lorong gelap tersebut terdengar auman ganas seekor hewan yang tak ku kenali. Makin keras, maka semakin dekat hewan itu menghampiri kami dan terlihat siluet bayangannya. Astaga itu adalah seekor kucing hitam liar yang menatap tajam sang mangsa seperti singa yang mendapatkan makanan setelah berhari-haru tidak makan. Refleks aku melangkah mundur mendekati Alex dan Grace. Mereka yang awalnya tidak menyadari kehadiran sang kucingpun sontak melihat kearah datangnya kucing.

“Lex, Grace. Kalian tahukan apa yang harus kita lakukan? Saat jariku teracung ke atas maka itu pertanda..”

“Lari James, Alex!”

Tanpa mengikuti instruksiku, Grace malah membuat kami berlari sekuat tenaga menjauhi tubuh kucing hitam. Tapi tiba-tiba kucing itupun langsung melompat ganas ke depan kami. Mencegat. Seketika jantungku berdetak dua kali lebih ceoat dari biasanya dan badanku berubah kaku seakan kakiku terpaku di atas jalan. Entah apa yang ada di pikiranku, aku nekad berlari ke kolong tubuh kucing dengan bersleading agar bisa melewati kolong tubuhnya lalu memegang ekornya. Akupun terangkat ke atas dengan tanganku memegang keras ekornya agar tidak terjatuh.

“Cepat kalian lari dan tunggu aku di ujung sana.” Ucapku dengan berteriak

Tanpa menunggu lama, mereka menjauhiku yang sedang bertahan sekuat tenaga mengambil perhatian kucing yang melompat-lompat terganggu olehku. 1 menit berlalu, aku tidak kuat lagi menahan genggaman. Tubuhku terpelanting menumbuk jalan seketila dunia menjadi gelap. Dan terkahir yang aku ingat hanyalah suara langkah kaki yang menuju ke arahku.

Setitik cahaya masuk ke dalam mataku yang masih melihat remang-remang sekitar. Dimana aku? Apa aku sudah kembali kepada Tuhanku? Apa aku telah mati hanya karena seekor kucing?

“Oh syukurlah kau telah sadar. Sejak tadi kami menunggu kamu. Khawatir kau tidak akan bangun lagi.” Seru Grace menatapku dengan tatapan iba.

“Aku sudah baikkan. Tapi dimana ini? Dan mana Alex?”

“Kita ada di dapur restoran chinese. Tadi saat Alex menggendongmu dan berusaha mencari tempat untukmu, tak sengaja bertemu dengan Lee si tomat. Katanya ia punya tenpat peristirahatan yang aman. Lalu kami mengikutinya sampai sini. Sekarang Alex sedang berbicara tentang masalah Roy karena takut mengganggu jika berbicara disini.”

“Oh begitu, terima kasih. Tapi kita harus bergegas mencari Roy, karena aku tidak ingin dia menunggu aku terlalu lama.”

Saat aku ingin terbangun, Alex datang dari pintu bersama para sayuran yang sama sekali aku tidak mengenalnya.

“Kau sudah bangun? Perkenalkan ini Lee, Chen dan Ou. Mereka tinggal disini. Dan setelah tadi ku berbincang dengan mereka, Lee punya mobil yang akan dipinjamkan kepada kita untuk perjalanan.” Ucap Alex dengan wajah terlihat segar.

“Ya aku punya mobil rakitanku sendiri. Kalian boleh memakainya.”

Mobil? Aku akan naik mobil? Oh sungguh ini merupakan hal yang terbahagia dalam hidupku. Akupun langsung mendekati mobil walau dengan tubuh yang terasa di tusuk ratusan duri.

“Ayo kita pergi sekarang. Aku tidak tega membiarkan Roy menunggu terlalu lama.” Kata diriku sembari menaiki mobil Lee.

“Bukankah terlalu cepat. Kamu masih belum pulih, istirahatlah dulu sampai kau senbuh.” Tukas Roy yang datang menghampiriku.

“Aku sudah merasa sehat. Lagi pula bandaku tidak terlalu sakit.” Ucapku membual karena mereka tidak akan mengizinkanku pergi jika aku jujur.

“Baikalh jika itu maumu aku bisa apa. Ohiya Lee terima kasih atas semua bantuanmu. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak bertemu denganmu.”

“Sama-sama. Mampirlah lagi kemari dan jangan lupa hati-hati dijalan.”

Kamipun saling berpelukan dan langsung bergegas pergi dengan mengendarai mobil pemberian Lee. Mobil melaju ke jalanan dengan kecepatan pebuh. Karena aku ingin menciptakan suasana tegang yang sengaja kubuat untuk Alex dan Grace. Dan lihatlah waja mereka, lucu sekali.

Tiba-tiba setitik ait hujan menetes tepat diatas kepalaku. Awalnya pelan, namun lama-kelamaan bertambah lebat dan membasahi tubuh kami sampai basah kuyup. Langit yang awalnya berwarna biru tua dengan semburat orange dari matahari tiba-tiba di tutupi oleh awan kelabu. Petir bergemuruh bersahutan. Pandanganku menjadi kabur tertutup oleh air hujan. Saat aku mengusap mataku menyingkirkan air yang menghalangi, seketika di depanku sudah ada kendaraan yang lewat. Sontak tanganku refkeks membanting setir ke arah kanan dan karena jalanan licin, mobil yang aku kendarai tergeser sejauh 1 km ke tepi jalan membentur tiang lampu. Aku yang tidak bisa apa-apa hanya mengingat teriakan Alex dan Grace dalam kegelapan yang tak kunjung hilang dengan membawa harapan bahwa Roy dapat kembali kerumah dengan selamat.

Resume Novel Bumi Tere Liye

Resume novel ini terdiri dari unsur ekstrinsik, intrinsik dan sinopsis novel.

Unsur Ekstrinsik

  • Judul Buku : Bumi
  • Pengarang : Tere Liye
  • Tahun Terbit : 2014
  • Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
  • Kota Penerbit : jakarta
  • Harga Buku : –

Ringkasan / Sinopsis :

Raib adalah anak remaja berusia 15 tahun, ia mempunyai dua kucing yang bernama si hitam dan si putih. Mama dan ayahnya sangat baik dan sering bermain petak umpat dengannya. Sejak umurnya dua puluh dua bulan, Raib bisa menghilang hanya dengan menutupkan kedua tangan ke wajahnya seketika tubuh Raib menghilang tanpa sepengetahuan kedua orangtua nya. Disekolah ia mempunyai sahabat yang bernama Sely. Suatu hatu Raib pergi kesekolah dan lupa membawa buku PR matematikanya, tentu ia di hukum pergi keluar kelas oleh Miss Selena, guru matematikanya. Disusul oleh Ali, teman sekelasnya yang sangat menyebalkan. Saat itu seli menutup wajahnya, dan bertemu seseorang makhluk tinggi besar dan menyapanya . Raib jelas kaget dan melepaskan tangannya. Ali yang berada di situ melihatnya dan penasaran bertanya kepada Raib apakah dia bisa menghilang. Ali selalu memata-matai Raib dengan alat canggihnya. Sepulangnya dari sekolah Raib masuk ke kamarnya dan di cermin muncul sosok yang ia lihat saat menghilang. Pria dengan baju hitam itu berbicara dan mengatakan bahwa Raib tidak dimiliki di dunia ini, sudah sejak lama makhluk itu memata-matai Raib dengan seekor kucing hitam miliknya. Ternyata si hitam bukan milik Raib, dan selama ini orang-orang tidak pernah melihat si hitam melainkan hanya si putih. Makhluk itu bilang akan kembali lagi untuk melatihnya. Raib kebingungan, tapi pada suatu malam tiba-tiba dia bisa menghilangkan jerawat di wajahnya hanya dengan menyuruhnya menghilang. Akhirnya Raib bisa menghilangkan benda-benda kecil. Keesokan malamnya, Makhluk itu datang lagi melewati cermin dan mengancam bila Raib tidak bisa menghilangkan sebuah novel. Raib tidak bisa menghilangkannya, dan untunglah ayahnya datang sehingga makhluk itu pergi. Pagi harinya, Raib seperti biasa ke sekolah. Tetapi dengan diikuti Ali yang bersikeras menanyakan bahwa Raib bisa menghilang, Raib berusaha membantahnya.

Pada saat itu seli mengajaknya untuk makan siang di dekat gardu listrik sekolah yang sedang di perbaiki. Saat melewati gardu, tiba-tiba gardu meledak dengan kerasnya dan membuat tiang listrik terdekat jatuh menuju Raib dan Seli yang terlempar jatuh, entah terdesak Raib seketika menunjuk tiang tersebut dan berkata menghilang. Tiang itu menghilang. Disamping itu kabel listrik menyusul ke arah mereka dan tak disangka Seli menahannya dan menyuruh Raib untuk menjauh. Raib terkejut, tiba-dari dari arah belakang Ali datang dan menolong mereka lalu membawa mereka ke aula sekolah. Sebenarnya Ali sudah ada disekolah sejak tadi. Ali menjelaskan alat-alat yang dibuat Ali untuk memata-matai Raib disusul dengan cerita Seli yang bisa mengeluatkan petir dari tangannya. Tak lama aula berubah menjadi hitam, dingin, disertai butir-butir salju. Munculah 8 makhluk yang perawakkan dan rupanya sepertu manusia hanya saja tubuhnya dibalut dengan warna hitam yang melekat. Dibelakang mereka datang seseorang yang datang kepada Raib lewat cermin, ia menjelaskan banyak hal dan mengajak Raib untuk ikut dengannya ke tempat asal mereka. Raib menolak, mereka marah besar sehingga terjadi serang-menyerang. Miss Selena datang membantu murid-muridnya dan melakukan percakapan kecil dengan pemimpin mereka. Ia adalah Tamus mahkluk klan bulan sama seperti miss Selena dan Raib. Miss Selena pun menyuruh murid nya pergi dengan melewati lubang hitam yang di buatnya, dengan terpaksa Raib pergi kelubang tersebut meninggalkan miss Selena yang masih bertarung dengan Tamus.

Raib, Seli, dan Ali keluar dari lubang hitam dan tiba di suatu ruangan yang sangat aneh. Mereka tiba di klan bulan. Disini ada lemari yang berbentuk seperti botol raksasa, seketika pintu terbuka dan masuk 3 orang manusia yang kaget saat melihat mereka bertiga. Keluarga itu seperti bertanya kepada mereka bertiga dengan bahasa dan baju yang aneh. Ali dan Seli tidak mengerti, tiba-tiba Raib pun mengerti bahasa mereka tanpa di sengaja. Ilo, kepala keluarga mengenalkan keluarganya. Istrinya bernama vey, dan anaknya ou. Raib menjelaskan apa yang terjadi, dan Ilo menawarkan mereka bertiga untuk istirahat di rumahnya. Rumah Ilo sangat canggih, semua kursi dan meja mengapung terangkat sedikit dari lantai. Tetapi perkakasnyalah yang aneh, begitupun dengan pakaian. Saat dipakai, pakaian itu akan menyesuaikan dengan bentuk tubuh. Setelah memperkenalkan dan mengajak berkeliling, Raib menunjukkan buku coklat dengan gambar cover ujung bulan sabit mengarah ke bawah. Ilo pun bergegas membawa mereka bertiga ke perpustakaan sentral. Disana, mereka bertemu dengan pustakawan atau penjaga perpustakaan terlarang. Ia bernama Av. Av adalah kakek dari kakek-kakeknya Ilo. Dengan terburu-buru Ilo pun menunjukkan buku milik Raib. Seperti Ilo, Av terkejut melihatnya dan menjelaskan segalanya. Ternyata Raib berasal dari klan bulan dan ia adalah petarung sejati klan ini dan buku milik Raib ini adalah buku kehidupan. Raib tidak mengerti, dan ia menceritakan pula tentang Seli. Av pun berkata bahwa Seli berasal dari klan matahari. Av memberi dua sarung tangan petarung sejati tiap klan. Disamping itu, terjadi masalah di klan bulan. Pemerintahan pusat kota sedang dikuasai oleh pasukan bayangan dan mereka bergegas menguasai perpustakaan. Dan mengincar perpustakaan terlarang yang ternyata memiliki ilmu-ilmu penting sepanjang sejarah. Av dengan segera menyuruh Ilo, Raib dan temannya untuk segera pergi melewati perapian dengan bubuk api. Mereka tiba di pusat transportasi kapsul. Kapsul itu di kendalikan sistem otomatis. Semua orang disana diperiksa oleh pasukan bayangan. Saat pasukan itu memeriksa kapsul Ilo, Ilo mengacuhkan dan mengendalikan kapsul dengan alih sendiri. Kapsul itu meluncur dengan cepat. Jalur kapsul itu hanya cukup untuk dilintasi satu kapsul sehingga memungkinkan adanya kapsul dari segala arah. lintasan jalur itu berliku-liku, banyak arah. Ilo bergerak dengan cepat, walaupun kapsul sudah di perintah untuk berhenti. Akhirnya seluruh lorong lintasan di tutup, mereka bingung. Seketika, di layar kapsul muncul seorang pemuda yang memanggil Ilo dengan ayah. Namanya Ily. Ia berkata bahwa vey dan ou baik-baik saja. Dan mereka berdua sudah ada di tempat peristirahatan. Ily menutup percakapannya dengan menyuruh ayahnya cepat melaju saat sistem pintu dibuka olehnya. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka keluar dari lintasan. Mereka bergegas ke rumah peristirahatn melalu sungai.

Sesampainya disana mereka beristirahat. Malam nya, dari perapian muncul Av beserta seseorang pasukan bayangan yang terluka. Mereka berdua menceritakan segalanya. Dan setelah semua beristirahat, Raib mengajak Ali dan Seli untuk pergi menyelamatkan miss Selena dari Tamus ke perpustakaan melewati perapian. Merekapun bergegas tanpa sepengetahuan tuan rumah. Disana Ali memandu arah untuk mencari miss Selena. Sudah beberapa ruangan yang dijumpai kosong. Untuk keempat kalinya, Raib mengintip ruangan yang terang. Saat Raib masuk, ternyata di sana sudah berdiri para pemimpin pasukan bayangan disusul dengan Tamus. Dibelakang tergeletak miss Selena yang terbungkus jaring perak. Mereka bertiga marah, Tamus akan melepaskan Selena jika Raib mau menyerahkan buku bulan sabit miliknya. Raib tidak mau menyerahkan buku berharga itu. Akhirnya terjadi pertempuran antara mereka. Disamping Raib dan Seli bertarung, saat Ali terdesak ia berubah menjadi beruang besar yang ganas dan menyerang. Tamus sebelumnya bercerita tentang si tanpa mahkota. Ia adalah pangeran kerjaan di klan bulan beribu-ribu tahun lalu yang di penjara oleh ibu tirinya yang rakus. Maka Tamus ingin menjadi pengikut setia dengan membuka pintu penjara si tanpa mahkota dengan buku Raib. Tamus membuat lorong hitam yang merupakan jalur ke penjara tersebut. Dan mengancam Raib dengan memasukan miss Selena kesana. Mereka bertiga tetap bertahan melawan Tamus, saat mereka sudah kelelahan, datanglah Av dengan pasukan bayangan tadi. Dan mengambil alih pertarungan. Setelah beberapa menit berlangsung, Tamus yang masih menahan selena untuk memasukkan ke lorong tiba-tiba terdorong oleh amukkan Ali dari tempatnya masuk ke lorong yang dia buat sendiri dengan membawa buku kematian. Lorong hitam pun tertutup. Semua yang terluka disembuhkan oleh Av dan pemimpin pasukan pengikut Tamus ditangkap. Miss Selena menjelaskan semuanya kepada Av. Akhirnya Raib, Seli dan Ali pun pulang ke klan bumi setelah petualangannya di klan bulan.

Unsur Intrisik

  • Keunggulan Buku :

– Isinya sangat menarik, membuat kita ketagihan saat membacanya

– Cetakan tulisan isi buku sangat rapi atau baik

  • Kekurangan Buku :

– Gambar cover buku kurang menarik perhatian

– Sinopsis di belakang sampul buku kurang menarik atau tidak seru

Resep Mie Tektek Ala-ala

Resep Cara Membuat Mie Tek Tek Kuah Goreng Pedas

Kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan masakan yang satu ini, yaa! Ini adalah masakan yang terbuat dari mie dengan campuran sayuran yang lezat dan gurih. Mie tektek ini sangat khas dengan penjual yang berdagang keliling pada malam hari. Ini memang makanan yang sangat pas bagi semua orang yang merasa lapar pada malam hari tetapi tidak mau masak. Tapi sekarang saya akan memberi resep yang pembuatanya sangat mudah dan praktis sehingga tidak akan membuat malas bagi yang ingin memasaknya.

Pertama kita harus menyiapkan segala bahan-bahannya.

#Bahan-bahan:

  • Mie telur / Mie merk apapun secukupny
  • 2 Butir Telur
  • Sayur Kol secukupnya
  • Kecap Manis
  • 2 siung Bawang Merah
  • 2 siung Bawang Putih
  • 1 buah Tomat Sayur
  • Garam secukupnya
  • Penyedap secukupnya
  • Cabai Rawit *jika suka pedas
  • Air secukupnya

#Langkah-langkah pembuatan:

  1. Rebus mie telur di panci yang sudah disediakan dengan air mentah dan tunggu sampai matang.
  2. Sambil menunggu mie matang, kupas dan iris bawang merah, bawang putih dan tomat sayur.
  3. Lalu potong sayur kol dengan ukuran sesuai selera.
  4. Saat mie sudah matang, angkat dan tiriskan.
  5. Siapkan wajan dan masukkan minyak goreng sedikit saja lalu goreng bawang merah dan bawang putih.
  6. Saat bawang sudah berwarna kecoklatan, masukan tomat, cabai rawit dan telur kedalam wajan dan goreng hingga rata.
  7. Tambahkan garam dan penyedap secukupnya ke dalam masakan.
  8. Masukan mie telur yang sudah ditiriskan dan tambahkan air sedikit saja.
  9. Tambahkan kecap manis, garam, dan penyedap secukupnya lalu aduk hingga tercampur rata.
  10. Saat semua bahan sudah tercampur, angkat mie dan simpan di atas mangkuk/piring. Dan selesai! Mie Tektek Ala-ala pun siap disantap.

Itulah resep Mie Tektek Ala-ala yang bisa saya berikan, cukup mudah dan praktis kan cara membuatnya! Semoga Anda bisa mempraktikanya dan bisa menyantapnya dengan orang yang kita cintai, especially keluarga.